Patutlaorang Nak kahwin sangat Streaming Bokep Indo Terbaru 2019, bokep abg Ngentot Pacar Gendut, ngewe abg sange, bokep smp sma, video pelajar mesum, Abg bugil,pasangan sex, jilbab ngentot,bokep indo 3gp mp4 Flv,bokep online, video bokep, bokep terbaru 2019, streaming bokep 2019, bokep smp 2019, bokep streaming 2019, bokep 2019, bokep baru, bokep streaming tante Sekitar2 minggu hubunganku. sama novi berjalan lancar. layaknya sepasang kekasih tapi. hampir tiap malam saya. sedih sebenarnya ada satu. rahasia yang novi rahasiain. ke saya, padahal sebenernya saya. udah tau, udah 3. minggu, biaya kehidupan dan. Maksihbuat yang membuatnya pacar saya langsung tidur ketika saya bacakan dongeng ini,thanks. Mereka Terutama Senang Mendengar Cerita Dari Orang Tua Mereka, Sebelum Mereka Tidur. Mencari hiburan bisa lewat media apa aja. Waaah kayaknya tadi lo sempet shopping ngeborong juga ya.” mata budi tertuju pada plastik besar di sebelah kursi wati. 5 Lebih menghargai pasangan. Keintiman fisik tidak selalu direfleksikan dengan tidur di ranjang yang sama, tetapi lebih kepada bagaimana kamu dan pasangan menghabiskan waktu untuk bersentuhan. Waktu intim bersama pasangan bisa kamu lakukan sebelum tidur karena dapat meningkatkan suasana hati. Cara bilang ke pasangan karena gangguan tidur Search Istri Lagi Tidur Kena Rogol Mertua Xxn. Xxn Rogol Kena Mertua Lagi Istri Tidur . zcd.commercialistazara.milano.it; Views: 25939: Published: 6.08.2022: Author: yang dikeluarkan dari bawah katil tadi dan berbisik sesuatu kat bini dia Cerita lucah besarnya lubang cipap ibu sundal Cerita lucah besarnya lubang cipap ibu sundal. Pemuas zNga. Halo pembaca setia Rafsablog, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sebuah dongeng sebelum tidur romantis untuk semua pengunjung blog ini. Sebelumnya saya sudah berbagi Dongeng Sebelum Tidur Buat Gebetan atau Pacar Tersayang. Kemudian pada postingan ini saya akan mengabulkan request dari salah satu pembaca setia Rafsablog, sebut saja Darman. Cocok sekali karena penulis juga ada list dongeng tentang bucin dan cocok sekali untuk cerita dongeng sebelum tidur romantis yang diberikan untuk pacar tersayang. Anda bisa membagikan cerita dongeng ini untuk sahabat, gebetan, atau pacar tersayang sebelum tidur agar hubungan kalian menjadi tambah harmonis romantis dan pasangan menjadi lebih sayang dengan Anda. Dongeng ini juga bisa dibagikan di media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Whatsapp, atau di grup lain yang anggotanya banyak. Namun, sebelumnya saya ingatkan sekali lagi agar terus mengikuti artikel Rafsablog agar terus mendapatkan bahan bacaan yang menarik. Rekomendasi Dongeng Sebelum Tidur Untuk GebetanDongeng Sebelum Tidur Tentang LDRDongeng Romantis Islami Kisah TaarufDongeng Buat Pacar Tentang Wiranda dan Arif RequestDongeng Tentang Indahnya Hubungan Rival dan Salsa Request Baik, berikut cerita menarik tentang hubungan bucin antara Darman dan Wawa. Semoga cerita ini menarik untuk Anda pembaca, selamat menikmati. Simpan Dongeng Jika Anda ingin menyimpan file dongeng ini di perangkat secara offline, Anda bisa download dengan cara menekan tombol di bawah ini. Sebelum download, Anda juga bisa membaca cerita lengkapnya seperti berikut Dongeng Bucin Darman dan Wawa Beberapa orang menganggap cinta itu segalanya, rela jadi budak cinta asalkan pasangannya bahagia. Tapi sebagian orang juga menganggap bahwa cinta itu gak penting, tidak sepenting karir atau pendidikan. Darman, adalah seorang mahasiswa semester akhir di Fakultas Ekonomi sebuah kampus bergengsi di Jakarta. Baginya, mengejar gelar Sarjana sesuai target lalu meneruskan bisnis keluarganya adalah tujuan utama hidupnya. Baginya, tidak ada pilihan lain dalam hidup selain mengejar karir yang sudah dipersiapkan oleh orangtuanya. Tahun ini, mahasiwa baru di kampus Darman tidak sebanyak angkatan sebelumnya. Meskipun Darman tidak pernah tertarik untuk terlibat dalam kegiatan kampus, namun sebagai asisten dosen setidaknya dia tahu berapa banyak mahasiwa baru yang hadir setiap tahunnya. “oops, maaf!” Seorang gadis tak sengaja menabrak Darman di depan kasir saat Darman baru saja selesai membayar minumannya. Alhasil Iced Coffee yang baru saja dibelinya pun tumpah. Darman sudah hampir meneriaki gadis itu, tapi wajah lugunya langsung membuat teriakan itu hanya tertahan dileher saja. “Duh, maaf Kak… bi biar saya ganti yang baru ya..” “Gak usah, lain kali kalo jalan hati-hati!” Sambil sedikit ngedumel, Darman bergegas ke Gedung II karena sebentar lagi sesi kuliah nya akan dimulai. Dia harus memberikan kuliah Matematika Ekonomi untuk mahasiswa baru. Seperti dugaannya, jumlah mahasiwa baru yang masuk tahun ini tidak sebanyak tahun sebelumnya. Kapasitas ruangan Gedung IIA Ruang 211 yang diperuntukan untuk mata kuliah umum biasanya terisi hingga 100 mahasiswa, kali ini hanya terisi kurang dari setengahnya. Di pintu ia kembali bertabrakan dengan seorang gadis. “oops, maaf”, lagi-lagi suara itu. Gadis yang menumpahkan es kopinya di café. “Kayaknya kamu punya hobi nabrak orang, ya?!” “Mmaaf kak, hari ini saya ga pakai kacamata yang biasanya…jadi..” “Ah sudahlah, kamu mahasiswa baru? Cepat duduk sana… kuliah mau dimulai!” “I..iya kak…maaf” Gadis itu duduk di deretan kursi paling depan, ukuran badannya memang mungil, lebih cocok jadi anak SMA ketimbang mahasiswa. Seorang pemuda merapikan kursi untuknya, tampaknya mereka sudah saling mengenal. Usai mengisi kuliah umum, Darman memutuskan untuk pulang ke apartemen nya yang berada di seberang kampus. Hari ini Ia sudah janji akan makan siang bersama Ibunya di sebuah restoran. “hm, sudah jam 11,sebaiknya aku berangkat sekarang biar Mama ga lama nungguin..”. Setelah berganti pakaian, Darman meluncur ke Restoran yang sudah sering Ia datangi bersama orangtuanya. Dengan hati-hati ia memarkir mobilnya, namun tiba-tiba sesuatu menabrak bagian belakang mobilnya. “aawwh….sakit” Astaga suara itu lagi. Ketika Darman memeriksa bagian belakang mobil, seseorang sedang memegangi lututnya yang terluka sambil memegangi sepeda. Gadis itu lagi. Darman bisa gila rasanya. “Kamu itu hobi banget nabrak ya??” “Mmaaf kak, eh Pak… saya udah bilang kacamata saya….” “udah udah udah… bangun dulu,pinggirin sepedanya…kamu ngehalangin yang mau parkir!” Walaupun kesal, Darman tidak tega juga kalau membiarkan gadis itu bangun dan memarkir sepedanya sendiri. Ia lalu meminta gadis itu menunggu di mobil, seraya mencari parkiran motor dan sepeda yang berada di samping Restoran. Darman lantas berusaha membantu mengobati luka di lutut gadis itu. “Kamu ngapain sih, selalu terburu-buru! Udah tau kacamatanya udah ga cocok, jangan dipake! “ “I..Iya Kak, eh Pak” “Ga usah panggil Pak, ini bukan dikelas, saya anak semester akhir” “Nih, pake sendiri plesternya buruan… saya lagi buru-buru!” Selesai mengobati luka gadis itu, Darman buru-buru masuk ke dalam Restoran. Disana udah ada Ibunya yang nampaknya mulai resah menunggu. “Sorry Mom, something came up… am I so late ?” “hmmm, ga terlalu telat sih Nak, Its OK..Maaf Mama ngajakin makan siang di hari kerja..” “Mama udah pesan ?” “Belum, nanti aja… Mama masih nungguin seseorang …katanya tadi udah sampai disini tapi ada trouble di parkiran…” “seseorang..? emang Mama ngundang siapa lagi? Papa ? Mas Tri ?” Mamanya melirik nakal. “Sabaaaar, tunggu aja…” Beberapa menit kemudian, Darman melihat si gadis tukang nabrak. Dia berjalan ke arah mereka. Darman mengira mungkin gadis itu mau meminta ganti rugi akibat luka di lututnya. “Ngapain kamu kesini, tadi kan aku sudah ngobatin lutut kamu ?” Mama nya langsung menepuk tangannya. “Lhaaa kalian sudah saling kenal ?!, bagus lah… sini duduk Nduk..” Nah, Darman yang langsung melotot. “Mam, ngapain ?” “Lha ini yang Mama tungguin dari tadi….. haduh kalian udah saling kenal ternyata…” “Iya Tante…maaf telat “, gadis itu menjawab sambil mengangguk sopan, lalu duduk di seberang Darman. “Ini puterinya sahabat Mama di Solo dulu, namanya Wawa, kabarnya dia kuliah di kampus kamu, jurusan nya sama lho sama kamu,Man…” Hmmm…. Ternyata begitu. Lantas, buat apa mamanya mengajak mereka makan siang bersama ?. “Kami berniat menjodohkan kalian berdua” “WHAAATTT????” Secara spontan Darman dan Wawa berteriak. Sejak acara makan siang itu, sebisa mungkin Mamanya selalu meminta Darman menemani Wawa di kampus meskipun Darman selalu menolak. Sementara Wawa nampaknya tidak keberatan dengan niat kedua orangtua mereka. Sore itu, mama meminta Darman mengantar Wawa pulang seusai kuliah. Dengan enggan Darman menunggu Wawa di parkiran, dekat sepedanya. Wawa tinggal di kost-kost an dekat kampus dan selalu bepergian dengan sepeda. Hm, gadis yang cukup sederhana tapi tetap saja tidak menarik dimata Darman. Tak lama, Wawa datang bersama temannya. Pemuda yang waktu itu Darman lihat dikelas. Mereka menyapa Darman dengan sopan. “Aku harus nganterin kamu pulang…” “Wa, kamu akrab sama Pak Darman ?” Si pemuda nampaknya heran kenapa Darman menunggu mereka. “owh, kak Darman ini sepupu aku Rey. Kenalin kak, ini temen aku Reo. Panggil aja Rey, dia juga ada dikelas kakak lho..” “Yap.. aku udah tau… hayo buruan aku masih ada acara, mama nyuruh aku nganterin kamu pulang..” “pulang? Duh sorry kak, aku sama Rey masih ada kerjaan, nih kita baru mau kesana. Nanti aku deh yang WA tante ngasih tau ya…aku buru-buru nih kak” Tanpa banyak basa basi, mereka buru-buru berlalu ninggalin Darman yang masih bengong. Darman cukup penasaran dengan kegiatan Wawa diluar kampus bersama dengan Reo. Beberapa kali ia malah mengikuti mereka diam-diam dari belakang. Entahlah, setelah beberapa kali Wawa menolak ajakan untuk diantar pulang, Darman jadi merasa penasaran dengan sosok gadis yang dijodohkan dengannya itu. Ternyata Wawa jauh dari gambaran gadis manja yang ada dipikirannya selama ini. Orang tua Wawa cukup terpandang di Solo sana, mereka memiliki beberapa bisnis makanan dan properti yang cukup besar. Tidak sulit bagi Wawa untuk hidup sebagai mahasiswa yang manja dengan fasilitas mewah, tapi Wawa memilih kost-kost an sederhana dan bekerja sampingan di sebuah café dekat kampus usai jam kuliah. Kini Wawa tengah menabung untuk membeli kacamata baru nya. Lama-lama, Darman mulai tertarik dengan kemandirian Wawa. Sayangnya Wawa terus menolak perhatian dari Darman dan malah semakin akrab dengan Reo. Malam itu, Darman memaksa untuk mengantar Wawa pulang seusai ia bekerja di Café. Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam. Ia menunggu Wawa dengan sabar di parkiran. Tak lama, Wawa dan Reo keluar menuju parkiran sepeda. “Wa ….. aku antar pulang, sepeda kamu lipat aja masukin bagasi ya..” Wawa sudah mau menolak, tapi Darman langsung mengambil sepeda lalu melipatnya dan memasukan ke bagasi. “Tapi kak …”“Rey, maaf ya..aku ada yang mau diomongin sama Wawa…” Reo pun nampak keberatan, tapi dia masih menghargai Darman sebagai asdos nya. Darman mengajak Wawa ke sebuah café. “Kakak mau ngomong apa sih..kan bisa chat aja di WA “ “Aku mau ngomong soal perjodohan kita ….” Wawa nampak sedikit risih. Raut wajahnya berubah. “ Maaf kak, aku juga ga ngerti kenapa orangtua kita punya pikiran kesana. Aku paham kok, buat kakak karir dan pendidikan itu segalanya…” “Tapi gini Wa…” Darman belum selesai bicara, Wawa sudah memotong terus. “Kak, biar nanti aku yang ngomong ke Mama tentang ini… tenang aja. Aku akan berusaha meyakinkan mereka kalo kita ini ga cocok.” Darman pun melongo, bukan itu yang dia mau. Dia malah udah bucin banget sama Wawa. “Aku tahu siapa kakak sejak pertama liat kakak di sesi orientasi Maba. Tapi kakak kayaknya ga pernah punya minat dengan hal lain selain kuliah dan karir. Jadi aku ngerti kok, makanya aku selalu menghindar kalo kakak ngajak pulang bareng.., Aku tahu itu tante yang suruh …” “Aku sedih sih kak, belum apa-apa,kakak udah menolak aku tanpa kenal dulu siapa aku …tapi ya sudahlah, itu kan hak kakak sendiri..” “Wa, aku gak …” “Gak apa-apa kak, sumpah! Lagian aku kan baru mulai kuliah, kayaknya emang aku harus focus belajar dulu..” “Kalo udah ga ada yang mau diomongin lagi, boleh aku pulang sekarang ?” Darman kehilangan kata. Wawa beranjak dari kursinya. Darman sebenarnya pengen banget bilang bahwa dia pengen mereka berusaha kenal lebih akrab lagi. “Tunggu Wa ….” Darman menarik tangan Wawa. “Kenapa kita gak berusaha saling mengenal mulai sekarang …” “Maksud kakak?” “Ya… Aku pengen mengenal kamu lebih dekat. Aku rasa, Mama ga mungkin salah ngenalin seorang cewek buat anaknya…” Wawa terpana dan seolah tak percaya. Darman yang selama ini sering mengacuhkannya, yang nampak selalu kesal setiap kali disuruh mengantarnya. Ternyata memiliki sebuah perasaan yang khusus untuknya. Darman menggenggam erat tangan Wawa, “Jadi sekarang kalau aku pengen nganterin kamu, jangan nolak ya ….”. Wawa mengangguk sambil tersenyum. Sedikit bercanda Wawa berkata “Tapi kalau Rey marah gimana..?” “WAWAAA!!!” Darman spontan mencubit pipi Wawa. Sepertinya, arah berpikir Darman tentang Cinta sudah berubah. Itulah tadi tentang Dongeng Bucin Sebelum Tidur Romantis Cerita Darman dan Wawa yang bisa kalian baca. Bagaimana perasaan Anda setelah membaca dongeng di atas? Apakah sedih, merasa lucu, bahagia, marah, atau yang lain? Mungkin itu dulu postingan kali ini, jika Anda mempunyai saran, masukkan, pertanyaan, atau Anda ingin request dongeng bisa tulis di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat. Dongeng Sebelum Tidur Cerita Fabel Anak Gajah Besar yang Kesepian - Inilah dongeng fabel anak yang cocok dibacakan sebelum tidur berjudul Si Gajah Besar yang Kesepian. Seekor Gajah gendut duduk termenung di tepi sungai. Wajahnya murung. Ia melihat pantulan dirinya di cermin. "Ah betapa gendutnya aku"keluhnya. Karena memiliki tubuh yang besar, Gajah Gendut tidak memiliki teman. Teman-temannya takut jika terinjak kakinya yang besar. Selama ini ia hidup kesepian. Malam nanti, beberapa hewan akan berpesta di hari ulang tahun Nona Merak. Namun Gajah tidak tidak diundang karena rumah Merak tidak cukup muat. "Maafkan aku Gajah, tubuhmu sangat besar. Rumahku tidak akan muat jika kau hadir. Aku harap kau akan maklum," demikian adalah kata Merak. Gajah hampir tak pernah diundang ke hari ulang tahun siapapun. "Tubuhmu itu gendut," hardik hewan-hewan lain. Bahkan mereka tega menertawakan tubuh besar Gajah sebagai bahan cemoohan. "Hahahha gajah gendut... Gajah bengkak," ledek penghuni hutan. Aryo Dwi Sastra Sunday, 09 Jan 2022, 1611 WIB Kita tahu bahwa dongeng dapat kita bacakan untuk seseorang sebelum tidur bisa untuk anak, teman, sahabat, gebetan, atau pacar tersayang dengan mengirimkan cerita dongeng romantis kepadanya. Di artikel ini kami akan membagikan sebuah dongeng romantis yang bisa diberikan kepada pacar tersayang. Jika pacar kamu adalah tipe orang yang suka baca, maka dongeng ini cocok sekali untuk dirinya. Semoga saja cerita yang Anda berikan dapat membuat hubungan menjadi lebih harmonis dan makin sayang. Baik, berikut adalah dongeng sebelum tidur romantis untuk pacar tersayang. - Mentari pagi, menerobos masuk melalui celah jendela kamar. Mengusik Ira dari mimpi panjang malam ini. Mengetuk kelopak mata untuk terbuka dan memulai aktivitas pagi ini. ini weekend yang indah bertemu dengan sang pujangan hati, menghabiskan weekend dengan berkeliling kota. Pagi sayang, sudah siap untuk melepas rindu?” itu pesannya sebelum Ira bergegas mandi dan bersiap. Untuk baca selengkapnya silahkan klik link berikut dongeng sebelum tidur romantis dongeng dongengsebelumtidur Disclaimer Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku UU Pers, UU ITE, dan KUHP. Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel. Berita Terkait Terpopuler di Sastra Terpopuler Tulisan Terpilih Halo pembaca setia Rafsablog, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sebuah artikel tentang dongeng sebelum tidur romantis untuk pacar yang berjudul Diary of Broken. Dongeng ini menceritakan kisah seorang yang bernama Hayu yang mempunyai kenalan baru. Kenalan baru tersebut adalah Umbrella Man yang dijuluki langsung oleh Hayu karena pada saat itu mereka belum mengenal satu sama lain. Kisah mereka Cukup menarik untuk sebuah dongeng sebelum tidur yang romantis dan cocok diberikan buat pacar tersayang. Rekomendasi Dongeng Sebelum Tidur Fiki dan Gina Request Dongeng Sebelum Tidur Untuk Gebetan Dongeng Sebelum Tidur Tentang LDR Dongeng Sebelum Tidur Untuk Gebetan Puisi Selamat Tidur Untukmu Wahai Bidadariku Bagi Anda yang menyukai genre romance mungkin akan sangat menyukai cerita dongeng ini karena membawakan kesan lucu sekaligus romantis yang dipadukan menjadi satu. Jangan lupa baca sampai selesai dongeng sebelum tidur romantis ini karena ceritanya bersambung. Baik langsung saja simak ceritanya di bawah ini. Dongeng Diary Of Broken Glass Sebelum Tidur Romantis Diary Of Broken Glass Part 1 Chapter1 — Hayu 1997 Hari itu lagi-lagi hujan. Hayu baru saja turun dari bis kuning di halte Fakultas Sastra, melirik jam tangannya kuliah Kaiwa akan dimulai 5 menit lagi. Daripada dimarahi Sensei akibat bolos lebih baik menerobos hujan pikirnya. Sambil menutupi kepala dengan tasnya, Hayu berlari. Untunglah jalanan dari halte ke gedung Fakultas Sastra dipagari pohon-pohon besar sehingga air hujan sedikit tertahan dipucuk-pucuk daun. Saat sedang berlari itu, seseorang tiba –tiba memayunginya. Sambil terus berlari Hayu berusaha melihat siapa laki-laki yang sudah berbaik hati, tapi wajahnya terhalang tasnya sendiri. “Nih, payung nya pakai aja buat kamu!” Tiba di depan Gedung Pusat Studi Jepang, laki-laki itu memberikan payungnya dengan logat yang asing dan dia langsung berlari masuk ke dalam gedung. “Hei … “ Hayu ingin menanyakan namanya dan kemana dia harus mengembalikan payung, tapi yang bisa Hayu lihat cuma punggung berbalut kemeja kotak berwarna coklat. Dan wangi khas yang ditinggalkan. Keesokan hari. Café Naomi, selasar Gedung I. “Aah… akhirnya kelar juga pamfletnya. Minta cap pudek 3 dulu gih biar bisa buru-buru dipasang!”. Hayu nampak sedang ngobrol dengan dua orang temannya di dalam café, ketika beberapa orang mahasiswa BIPA masuk. Saat salah seorang mahasiswa itu memesan minuman, Hayu langsung melotot. Suara itu. Hayu hafal banget karena seperti sebuah rekaman otomatis, otaknya berkali-kali memutar suara itu. Melihat Hayu sibuk memperhatikan mahasiswa-mahasiswa asing itu, Mocca teman yang sedang ngobrol dengannya jadi ikutan memperhatikan mereka. “Yu, lo ngeliatin siapa sih? Norak ih, kayak ga pernah liat cowok bule aja.. apa perlu gue samperin?”. “Itu Mo, cowok yang gue ceritain kemarin… gue yakin, itu suaranya” “Astaga Hayu!, Lo mah nyari cowok dari suaranya doang, ya biar kata suaranya bagus kata lo, lha kalo mukanya ancur bijimane?”. “Pegimane Mo…” “Iya, bijimane.. ancur kan impian lo? Ditambah lagi lo dari kemarin kayak anjing pelacak, ngendus ngendus bau mulu…” “Mo, kuping gue kan jarang salah, noh pas kuliah Mia-Sensei aja di lab gue jarang salah… trus, bau cowok itu khas banget, gue belum pernah nyium itu bau..”. “Bau ketek maksud loh?”. Hayu langsung menjitak kepala sahabatnya itu. “Lo bedua itu pada ngomongin apaan sih?” Ruda, teman mereka yang lain akhirnya buka suara, setelah bête juga 5 menit dicuekin. tak lama, mahasiswa-mahasiswa asing itu keluar, Hayu hanya bisa melongo memperhatikan mereka. Lalu mendadak salah seorang dari mereka menengok kearah Hayu, seraya mengacungkan minumannya sambil mengangguk dan tersenyum. “Tsugoi! Dia nengok Mo!” “Jangan-jangan dia kenal sama elo Yu” Ah mana mungkin, Hayu merasa dirinya bukan orang yang mudah dikenali orang lain. Bagaimana sudah mulai penasaran dengan cerita dongeng sebelum tidur romantis ini? Jika iya, kuyy lanjut baca sampai selesai. “Udah yuk ah katanya mau minta cap pudek 3..” Ruda lantas mengajak ketiganya beranjak. Kegiatan memperhatikan mahasiswa asing yang dicurigai Hayu sebagai si Umbrella Man menjadi rutinitas menarik bagi Hayu. Pada jam-jam tertentu, Hayu sering menyeret Mocca untuk menemaninya berdiri di spot yang akan dilewati si Umbrella Man. Setiap jam 10 pagi, dia akan berjalan dari Gedung 1 ke gedung IV. Jam 12, dia akan melihatnya makan bersama teman-temannya di Café Naomi. Menjelang jam 2 biasanya dia akan ke Gd. V. Terkadang dia berjalan dengan santai sendiri, terkadang berjalan bersama teman-temannya. Sesekali Hayu melihatnya sedang membaca buku di Teater Kolam, dibawah rindang pohon Cherry yang memayungi. Dengan raut wajah yang tenang. Hayu akan betah memandanginya dari bangku taman di depan Sore itu, Hayu baru selesai rapat dengan teman-temannya untuk acara Pekan Sastra. Hujan turun lumayan deras, Hayu kesal sekali. “Ah urusan lama ini mah …. Mana payung ketinggalan di mobilnya Mocca .” Setelah berbasa basi dengan teman-temannya, Hayu bergegas turun ke lantai bawah, niatnya mau pinjam payung ke penjaga Kopma yang sudah akrab dengannya. “Payungnya lagi dipinjem Neng..”, kata si penjaga Kopma. Ya sudahlah, akhirnya dengan sabar Hayu berdiri di selasar Gedung 1 menunggu hujan reda. Hayu sudah hampir menggerutu ketika seseorang tiba-tiba berlari kearahnya dan ikut berteduh. “Kamu..?” Orang itu adalah si Umbrella Man!. Sebuah keberuntungan dari langit. “Hai.. “ Mendadak Hayu merasa sekujur badannya kaku. Antara gugup dan senang. “Kamu kok berteduh disini?, payungnya kemana?” Si Umbrella Man bertanya dengan bahasa Indonesia yang lancar tetapi logatnya asing. Wah, ternyata benar dia adalah orang yang waktu itu meminjamkan payung, dan dia mengenal Hayu! Detik selanjutnya mereka mengobrol dengan suasana yang canggung. Hayu berdoa semoga hujan jangan berhenti. Wangi tanah tersiram hujan bercampur dengan wangi khas Umbrella Man membuat Hayu ingin pingsan saja. Esoknya, Hayu dan Mocca sedang belajar di perpustakaan Gedung VII. “Whatt?, jadi dia beneran si Umbrella Man?”, Mocca hampir loncat ketika Hayu memberitahunya tentang kejadian di sore hujan itu. Beberapa mahasiswa yang juga sedang belajar menoleh ke arah mereka. Hayu memberi kode agar Mocca jangan berisik. Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya. Hayu menoleh dan melihat Umbrella Man. Ia memberikan secarik kertas. “Hai… tolong tuliskan nomor telepon atau pager kamu. Ummm, is it possible if we have breakfast together tomorrow?”. Masih dengan wajah melongo, Hayu mengangguk. Setengah tak percaya, Hayu menuliskan nomor pagernya. “oke, ini nomor pager dan email aku. Sampai ketemu besok ya..”. Setelah dia pergi, Hayu meraih catatan kecil bertuliskan Shige dan beberapa digit nomor pager. Hampir tak percaya, Mocca dan Hayu saling berpandangan. “Mo… dia ngajakin gue ngapain katanya..?” “Breakfast katanya Yu..” “Gila..pagi amat Mo?” “Ya mana gue tau..breakfast katanya Yu, ya kali breakfast malam-malam?” Biip. Pager Hayu bunyi, sebaris kalimat tertera disana. “Besok jam 8 di café PSJ, can we meet?” Hayu girang bukan main. “Yu, tar malem lo bisa tidur kan?” Entahlah…. Pagi itu, Hayu sudah mempersiapkan diri, lahir dan batin, untuk bertemu Shige, Umbrella Man-nya. Untunglah kelas pertamanya dimulai jam 10, setidaknya dia tidak harus bertemu dengan Shige terburu-buru. Duh, ternyata Shige sudah datang duluan. Dan tampilannya hari ini bikin Hayu meleleh banget. Kemeja biru langitnya pas banget dipadu kaus putih dan jeans. Dan wangi nya…. Ga bakal Hayu lupain deh. Lain kali dia harus nanya merk parfum cowok ini, kok bisa enak banget gitu wanginya. Shige berdiri menyambut Hayu dan menarik kursi untuknya. Karena masih pagi, hanya ada beberapa dosen dan mahasiswa asing yang sedang sarapan di Café PSJ yang menghadap ke Danau kampus. “Maaf ya, aku ngajak ketemu nya pagi-pagi..” “hehe, gak apa-apa.. kebetulan aku jadi ke kampus lebih cepat”. “silahkan, mau pesan apa..” Diawali obrolan basa basi yang formal, ternyata lama-lama obrolan mereka jadi lebih santai. Shige adalah mahasiswa dari Jepang, dia mengikuti sang Ayah yang seorang diplomat dan sedang ditugaskan di Indonesia. Berikutnya, mereka jadi sering bertemu untuk makan siang atau sekedar membaca buku sama-sama di perpustakaan. Shige banyak mengajari Hayu berbahasa Jepang, begitupula sebaliknya, Hayu mengajari Shige berbahasa Indonesia yang lebih santai. Kuliah jam kedua, dosen yang seharusnya mengajar tidak hadir. Mocca langsung menghampiri Hayu, “Ke Kansas yuk!” Hayu mengikuti ajakan sahabatnya itu. Di perjalanan ke Kansas, mereka melewati café Naomi. Tiba-tiba Mocca mengajak Hayu putar balik. “Ga jadi Yu, ke Kopma aja yuk..!” “Apa sih, gue haus Mo, pengen es teh nya kang Iwan” Mocca terus menarik tangan Hayu, tapi pandangan Hayu malah jadi tertuju ke Café Naomi dan disana ia melihat Shige. Bersama seorang gadis. Mahasiswi asing. Mereka nampak sedang mengobrol dengan serius. Gadis itu memegang tangan Shige. Hayu merasa kaget dan agak sedih, galau gitu deh. Tapi dia berpura-pura tidak merasa apapun lalu dengan santai berjalan melewati café. Dengan ujung matanya, dia melirik ke arah Shige dan bergegas berlalu. “Lo gak apa-apa, Yu?”, Tanya Mocca dengan khawatir. Hayu menyeruput es teh nya pelan. “Emang kenapa, Mo?” “Shige Yu…” “Ya, kenapa Shige?” “Lo ga kesel dia pegangan tangan sama cewek lain yang cuantik, manis dan bule itu?” Yaelah Mocca….dia ada di pihak siapa sih?. “Emang Shige itu siapanya gue coba?, kenapa gue kudu kesel..” “Yakin lo? Ga kesel? Ga jealous?” “Enggggaaaa… Bang Iwaaaaan Ganas nya satuuuuuu!” Alih-alih memperdulikan perkataan Mocca, Hayu malah memesan menu favoritnya. Ganas. Pekan Sastra sebentar lagi dimulai dan Hayu disibukkan dengan persiapan kegiatan jurusannya. Tidak ada kabar lagi dari Shige. Isi pagernya hanya pesan-pesan dari teman-temannya atau panitia acara saja. Besok jurusannya akan mementaskan sebuah drama sebagai bagian dari kegiatan Pekan Sastra. Hayu dan teman-temannya pun sibuk dengan persiapan property hingga gladi bersih. Jika Anda sedang mencari kumpulan dongeng romantis yang ingin Anda berikan kepada pacar tersayang sebelum tidur, maka silahkan buka situs Rafsablog ya, kawan. Hingga jam 10 malam, Hayu masih berada di ruang teater gedung 1, memasang properti. Tiba-tiba dia tersadar, ah kereta terakhir sudah lewat. Terpaksa dia harus pulang naik angkot. Biipp. Mendadak pagernya berbunyi. “Kalau sudah selesai, ketemu di Teater Kolam”. Shige. Jam sudah menunjukan pukul 11 ketika tugasnya memasang properti panggung akhirnya selesai. Ketika melangkah keluar gedung, ia melihat Shige masih menunggunya. “Kok tau aku lagi disini?” Tanya Hayu. “Tanya ke Mocca..”. Shige menjawab datar. Hayu mengangguk-anggukan kepala saja. “udah makan? Makan dulu yuk..”. Hayu menolak dengan halus. “Udah malem, angkot kerumahku bisa-bisa udah ga ada..”. Shige tersenyum.”Tenang, aku antar .. asal temani aku makan dulu..”. Setelah berdebat sejenak, akhirnya Hayu menurut. Toh dia juga bingung mau pulang naik apa jam segitu. Hayu mampir sebentar di telepon umum untuk mengabari orangtuanya kalau dia akan pulang sangat sangat telat. Diperjalanan, Hayu lebih banyak diam dan memandang lurus ke depan sementara Shige juga menyetir dengan serius. Suasana sungguh tidak nyaman. “Kok diam terus Yu, biasanya kamu cerewet sekali” Hayu mendelik “Jadi selama ini dia berpikir aku cerewet?”. “Maaf, kemarin aku pulang. Dua minggu disana. Ga bisa mengabari karena buru-buru banget”. “Ya ngapain ngabarin aku..”, jawab Hayu dengan ketus. Tapi hatinya sedikit melega, ternyata Shige hilang dari radarnya karena pulang ke Jepang. Shige meliriknya dan tersenyum kecil. “Aku bawa oleh-oleh lho ….”, Dia melirik sambil tersenyum Hayu pura-pura cuek, padahal hatinya sedikit gembira dan penasaran hadiah apa yang dibawa Shige untuknya. “Gak mau? Ya sudah…” “Aku pulang ke Jepang mengantar adik sepupuku, ada sedikit masalah keluarga dan dia ga berani menghadapi sendiri. Karena aku yang paling dekat dengannya, yaaah dia minta tolong aku deh.” “Owh gitu..” Kirain jalan-jalan sama cewek bule, ucap Hayu dalam hati. Seperti dapat mendengar kata hati Hayu, Shige melanjutkan kalimatnya. “Waktu itu kamu sudah lihat adik sepupuku itu kok, di Naomi Café… cantik ya?, aku panggil-panggil kamu malah kabur ….padahal mau aku kenalin..” Hayu langsung menoleh… “Itu adik sepupu kamu? …. Kirain…” Hayu langsung diam dengan wajah merah. Ah tapi seketika hatinya meleleh. Syukurlah …. Kok syukurlah ….. Perjalanan Depok-Bogor itupun akhirnya terlewati dengan mulus separuh jalan. Suasana kaku mencair dan mereka berdua bisa tertawa kembali. Akankah Hayu mendapatkan pengakuan cinta dari Shige?, simak di bagian berikutnya SHIGE 1997 ya. Galeri Kata Sensei Dosen Kaiwa Percakapan BIPA Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing Kansas Kantin Sastra Ganas gado-gado nasi Pager alat komunikasi yang umum saat itu selain telepon umum koin dan kartu Bis kuning transportasi khusus di lingkungan kampus UI Mungkin itu dulu artikel kali ini tentang dongeng romantis sebelum tidur untuk sahabat, teman, atau pacar tersayang. Cerita di atas masih ada lanjutannya loh. Tunggu kelanjutannya ya, kawan. Semoga dapat mengisi waktu luang Anda.

cerita buat pacar sebelum tidur