Gambarini dapat berupa gambar sket, gambar perspektif, gambar proyeksi, gambar denah serta gambar situasi. Gambar denah ruangan atau bangunan rumah (gedung) yang akan dipasang instalasi digambar dengan menggunakan lambang- lambang (simbol-simbol) yang berlaku untuk instalasi listrik. Ada beberapa jenis gambar yang harus dikerjakan dalam tahap perancangan suatu proyek pemasangan instalasi listrik penerangan dan tenaga yang baku menurut PUIL 2000. Rancangan instalasi listrik terdiri dari: 1
Untuksoal essay instalasi motor listrik kemungkinan akan kami buatkan pada kesempatan lain. "Kunci Jawaban ada di Bagian Akhir" 1. Pengasutan DOL (Direct On Line) merupakan salah satu pengasutan pada instalasi motor listrik. Pengasutan ini cocok untuk jenis motor listrik dengan daya berapa HP? a. Di bawah 5 HP b. 5 HP - 7 HP c. 8 HP - 10 HP
simbolangka 3 dan gelombang sinus sebagaimana tertera di gambar name plate motor diatas adalah menandakan bahwa motor tersebut merupakan motor 3 phasa, maka instalasinya pun harus memakai sumber 3 phasa. Standar untuk penamaan ini biasanya antara 1 phasa atau 3 phasa berdasarkan jenis motornya. 2. Frekuensi
Untuklebih jelasnya bisa membaca di artikel Cara membaca Nameplate Motor Listrik Berikut Contoh namepalte motor listrik Gambar 1. Nameplate Motor Listrik Spesifikasi motor dari nameplate nya : Tegangan = 400 V / 690 V Arus Listrik = 29A / 17 A (In = 29 A) Daya P = 15 Kw Sambuangan = ∆ / Y Indeks Proteksi =54
CaraMembaca Gambar Kerja: Mengenali Jenis Gambar Utama Oct 22, 2017· Cara Membaca Gambar Kerja: Mengenali Jenis Gambar Utama. Evelyn 22 Oktober, 2017 14:00. Gambar rencana instalasi menjelaskan alur kerja sistem pendukung rumah, antara lain air bersih, air kotor, listrik, serta pencahayaan.
hY2afe. Name Plate Motor adalah sebuah papan nama yang berisi spesifikasi motor seperti jenis motor, daya listrik, arus, kutub dan lain - lain. Tujuan adanya name plate motor pada setiap produk motor adalah untuk menjelaskan kepada konsumen spesifikasi motor yang kita ketahui penggunaan motor listrik ini untuk berbagai macam kebutuhan seperti untuk mixing atau pencampur bahan di industri, untuk kipas angin, untuk penggerak konveyor, dan lain sebagainya. Untuk itu dibutuhkan "Name Plate Motor" untuk menjelaskan spesifikasi motor tersebut agar cocok digunakan sesuai dengan kebutuhan pada suatu industri minuman kemasan, memerlukan suatu motor listrik untuk melakukan mixing atau pencampuran bahan baku minuman seperti gambar dibawah ini !!. Kemudian kita perlu menentukan spesifikasi motor tersebut misalkan Motor AC 3 Fasa, Daya 2000 Watt. Maka spesifikasi tersebut dapat dilihat dari Name Plate Motor yang akan kita Name Plate MotorTerlihat pada gambar diatas terdapat beberapa kode dalam bentuk huruf, angka dan karakter yang terdapat pada nameplate yaitu sbb Bagian teratas menunjukan jenis motor yaitu "3 Phase Induction Motor" atau motor induksi 3 fasaSelanjutnya pada tabel sebelah kiri terdapat kode 4 Pole, maksudnya adalah motor ini mempunyai 4 kutub / 4 16 HP Horse Power atau diterjemahkan menjadi daya kuda adalah satuan untuk mengukur jumlah daya yang dibutuhkan untuk menghidupkan motor. 1 HP dihargai 745,7 Watt. Jadi motor diatas Daya 16 HP Untuk bisa terdapat angka 12 kW atau 12000 Watt adalah jumlah daya listrik yang dibutuhkan untuk menghidupkan Hz adalah satuan frekuensi untuk menunjukan kecepatan aliran listrik yang dibutuhkan untuk menggerakan motor yaitu sebesar 50 RPM adalah singkatan dari "Revolusi Per Menit" yaitu menjunjukan jumlah putaran motor per - F adalah singkatan dari Insulation Class Motor dimana motor ini termasuk dalam kelas 40°C menunjukkan suhu ruangan "Ambient" dimana idealnya motor diletakkan atau dinyalakan agar tidak menimbulkan overheat atau kepanasan. Suhu ideal ruangan untuk peletakan motor diatas adalah 40° adalah kepanjangan dari "Continuesly Rating" atau "dinyalakan secara terus - menerus" yang artinya motor ini dapat dinyalakan secara terus - menerus asalkan kondisi motor memenuhi standar yang ada pada name 6309ZZ 6308ZZ, Tiga kumpulan huruf dan angka ini menjelaskan tentang tipe bearing yang digunakan untuk shaft bantalan depan dan belakang dimana BRG merupakan kepanangan dari BEARING. Jadi untuk bagian depan menggunakan bearing 6309ZZ dan pada bagian belakang menggunakan bearing NO 12345678 menunjukkan nomor SERI Keluaran dari pabrikan motor listrik pada tabel sebelah kanan terdapat keterangan IP 54 yang artinya adalah IP Ingress Protection yang jenis perlindungan motor menggunakan kode terdapat lambang △ dan Y pada motor yang menunjukan jenis rangkaian motor yang digunakan. Simbol △ untuk rangkaian Delta atau segitiga dan simbol Y untuk rangkaian Star atau 220 - 240, maksudnya adalah apabila menggunakan rangkaian Y atau Bintang maka supply tegangan ideal pada motor adalah 220 Volt sampai 240 Volt AC.△ 380 - 415, maksudnya adalah apabila menggunakan rangkaian △ atau Segitiga maka supply tegangan ideal pada motor adalah 380 Volt sampai 415 Volt Khasus Membaca Name Plate Motor 1 FasaPada dasarnya cara membaca name plate motor 1 fasa ini sangat mudah dan sederhana untuk dipahami yaitu sbb Pada gambar diatas terlihat beberapa tulisan dalam bentuk karakter, huruf dan angkat yang artinya adalah Tulisan paling atas adalah "Singgle Phase Induction Motor" yang artinya adalah jenis motor tersebut yaitu Motor Induksi 1 ada tulisan TYPE MY8024 adalah tipe motor berdasarkan produksi terdapat keterangan 1 HP Horse Power menunjukkan jumlah tegangan yang dihasilkan motor yaitu sebesar 1 Tegangan 0,75 kW atau 750 Watt menunjukan kebutuhan daya motor untuk bisa bekerja dengan baik yaitu sebesar 750 Volt menunjukkan tegangan kerja motor yaitu sebesar 230 Volt A menunjukan kebutuhan arus listrik motor yaitu sebesasr 5,21 Hz menunjukkan frekuensi aliran listrik yang ideal untuk menyuplai kebutuhan listrik motor yaitu sebesasr 50 r/min menunjukkan jumlah putaran motor per - 55, artinya adalah kode untuk menunjukan IP Ingress Protection atau kode perlindungan motor yaitu IP CL adalah singkatan dari Insulation Class Motor dimana motor ini termasuk dalam kelas Isolasi Khasus Membaca Name Plate Motor 3 FasaPada dasarnya cara membaca nama plate pada motor 3 fasa ini sangat mudah dipahami yaitu sbb Terlihat pada gambar diatas terdapat beberapa tulisan dalam bentuk huruf, simbol dan angka seperti terlihat yaitu - Simbol V adalah tegangan Volt- Simbol Y dan △ adalah jenis rangkaian yang digunakan yaitu Y adalah rangkaian Bintang / Star△ adalah rangkaian Segitiga / DeltaRangkaian Bintang dan Segitiga merupakan dua buah rangkaian dasar motor listrik dimana mempunyai karakteristik yang berbeda seperti Rangkaian Star / Bintang digunakan saat motor baru dinyalakan karena dapat mengurangi lonjakan arus yang sangat besar sekali atau biasa dikenal sebagai arus Delta / Segitiga digunakan ketika arus sudah stabil karena membuat torsi motor tetap tinggi walau besar arus maksud tabel diatas adalah sbb Ketika tegangan masuk Input motor 690 Volt dan menggunakan rangkaian Y / Bintang maka membutuhkan daya 37 kWatt dan menghasilkan putaran motor 985 kali / menit dan membutuhkan arus 40 A dan Cos q 0, tegangan masuk Input motor 400 Volt dan menggunakan rangkaian △/ Segitiga maka membutuhkan daya 37 kWatt dan menghasilkan putaran motor 985 kali / menit dan membutuhkan arus 69 A dan Cos q 0, tegangan masuk Input motor 660 Volt dan menggunakan rangkaian Y / Bintang maka membutuhkan daya 37 kWatt dan menghasilkan putaran motor 985 kali / menit dan membutuhkan arus 42 A dan Cos q 0, seterusnya.......Contoh Soal Name Plate Motor1. Mencari Arus Listrik Yang tidak ditujukan pada Name Plate Name Plate pada motor listrik tidak menunjukkan berapa arus listrik Ampere yang dibutuhkan dimana dapat dihitung dengan melihat Daya Watt Mencari Arus A Motor 1 PhasaTerlihat pada gambar nama plate diatas diketahui bahwa Daya = 0,75 kW atau 0,75 x 1000 = 750 WattTegangan PLN = 220 VoltBerapa Nilai Arusnya ??Maka P = V x II = P / VI = 750 / 220I = 3,4 AmpereArus yang dibutuhkan oleh motor 1 Phasa diatas adalah sebesar 3,4 Ampere....- Mencari Arus A Motor 3 PhasaTerlihat pada gambar nama plate ABB Motors 3 Fasa diatas terdapat beberapa keterangan yaitu Apabila menggunakan supply tegangan 690 Volt dan menggunakan rangkaian Y atau Bintang maka daya yang dibutuhkan adalah 37 kW dan kecapat yang dihasilkan 50 menggunakan supply tegangan 400 Volt dan menggunakan rangkaian segitiga maka daya yang dibutuhkan adalah 37 kW dan kecapat yang dihasilkan 50 seterusnya.....Maka misalkan kita menggunakan Tegangan 380 Volt 3 Fasa PLN dan rangkaian motor Segitiga, maka cara menghitung kebutuhan arus listriknya adalah Diketahui V = 380 VoltRangkaian BintangCos q lihat gambar name plate = 0,84Daya lihat gambar name plate = 37 kW / 37000 WattMaka P = V x I x Cos q x √3I = P / V x Cos q x √3I = 37000 / 380 x 0,84 x √3I = 66,9 AmperePada name plate dituliskan bahwa membutuhkan arus 67 Ampere, sementara berdasarkan perhitungan membutuhkan 66,9 Ampere. Jadi artinya perhitungan diatas sudah sesuai dan benar.
– Instalasi istrik rumah adalah sebuah sistem yang harus di persiapkan matang-matang, salah satunya adalah mempersiapkan gambar kerja atau denah instalasi listrik, lalu dari mana kita bisa mendapatkan denah listrik? anda dapat memesan ke kontraktor, atau mungkin anda bisa sendiri. Persiapan gambar kerja instalasi listrik harus jelas, karena gambar adalah alat bantu utama dalam pemasangan tata letak lampu, pipa dan kabel listrik nantinya, selain itu gambar juga dapat memudahkan pemiliki di masa depan jika saja akan ada perubahan dan perbaikan instalasi listrik. Dibawah ini adalah contoh gambar denah listrik sederhana yang bisa kita pelajari. Denah Instalasi Listrik Sederhana Kali ini akan dijelaskan bagaimana memahami gambar kerja dalam instalasi listrik yang biasanya di gunakan dalam pembangunan rumah gedung maupun villa, hampir setiap bangunan yang terlihat bagus pasti menggunakan gambar kerja seperti contoh gambar diatas. Pada diagram gambar diatas dapat kita lihat sisi kiri bawah box kota bertanda silang, itu dapat diartikan dengan Box panel listrik, panel listrik adalah sebuah media lemari yang digunakan untuk terminal utama, biasanya terdapat beberapa MCB dan komponen kontrol lainnya seperti timer atau juga kontaktor, line garis panjang dengan strip garis 3 atau 2 dapat diartikan kabel listrik. Simbol Saklar dan Stop Kontak Untuk kedua simbol seperti pada gambar diatas dapat kita lihat seperti pada keterangan yang sudah tertulis, simbol pertama adalah Saklar yang biasa kita temukan dalam denah instalasi listrik rumah dan yang ke dua adalah Saklar. simbol saklar diatas memiliki 1 bendera yang berarti saklar tunggal, jika 2 artinya saklar seri dan 3 adalah saklar triple. Ulasan ini sangat cocok untuk para teknisi listrik baru, atau teknisi yang masih pelatihan, kecuali jika anda sudah berpengalaman, tanpa menggunakan gambar kerja saya yakin pasti sudah dapat memperkirakan dan mengeksekusi pekerjaan listrik dilapangan, tapi tetap kami sarankan jika masih awan wajib menggunakan pedoman gambar kerja.
Pada banyak forum yang khusus membahas tentang kelistrikan, saya sering sekali menemukan pertanyaan tentang cara menentukan spesifikasi komponen instalasi motor listrik 3 fasa DOL starter. Mereka masih merasa kesulitan dalam menentukan berapa seting amper proteksi yang harus dipasang untuk mengamankan motor listrik, berapa KHA kabel yang harus disediakan untuk instalasi motor listrik tersebut, jenis kontaktor yang diperlukan dan pertanyaan semacamnya. Dalam artikel ini saya akan coba membahasnya dengan berpanduan pada PUIL 2000 serta sumber lainnya sehingga pertanyaan - pertanyaan diatas tidak perlu muncul lagi serta penentuan spesifikasi komponen yang diperlukan sudah memenuhi stadar dan aturan yang berlaku. Sebenarnya secara mandiri andapun bisa mempelajarinya via PUIL 2000, artikel ini sifatnya hanya membantu anda memudahkan memahami hal yang dimaksud berdasarkan PUIL 2000 tersebut sehingga anda tidak harus ribet, mencari PUIL nya mana? halaman berapa? dan hal lain yang jika anda tidak terbiasa bisa membuat beban tersendiri dan malas mencari tahu. Bagi anda yang mempunyai PUIL 2000 bisa dilihat pada bagian 5 tentang perlengkapan listrik, poin Motor, sirkit dan kontrol semoga format PUIL yang saya maksud sama/standar . Pada bagian tersebut dibahas salah satunya tentang hal-hal yang berkaitan dengan motor listrik. Anda yang tidak memiliki PUIL 2000 tidak usah khawatir, artikel ini akan menyimpulkannya buat anda pembaca setia, he..he.. Sebelum anda menginstalasi motor listrik pastikan terlebih dahulu anda memahami name plate motor yang akan diinstalasi, apakah sudah mendukung dengan sistem yang ada. Baca artikel tentang cara membaca dan memahami name plate motor. Untuk wiring instalasi DOL starter anda pun harus memahaminya. Jika hal-hal tersebut sudah anda pahami, mari kita bahas tentang spesifikasi komponen instalasinya. Single Line motor DOL starter Gambar diatas merupakan single line sederhana dari motor listrik dengan DOL starter. Dari gambar tersebut saya akan menjelaskan tentang banyak pertanyaan yang sering ditanyakan tentang sekurang-kurangnya ada 4 poin penting disamping banyak poin lainnya yang belum bisa dibahas seluruhnya di artikel ini. 4 poin tersebut adalah seting pemutus sirkit motor, KHA penghantar, spesifikasi kontaktor dan seting thermal over load. Sebelum membahas 4 poin penting diatas, ada informasi penting yang harus anda ketahui terlebih dahulu yaitu jenis motor yang akan diinstalasi dan arus I nominal motor yang tertera diname plate motor. Informasi tersebut adalah parameter dalam seting proteksi atau penentuan spesifikasi dari instalasi motor tersebut. 1. Pemutus Sirkit Motor Merupakan gawai proteksi yang berfungsi sebagai proteksi pada instalasi secara keseluruhan. Gawai proteksi ini harus bisa memutuskan arus ke komponen utama motor. Ada dua jenis gawai proteksi ini yaitu gawai proteksi pengaman lebur contoh sikring dan bukan lebur contoh MCB . Jika yang kita gunakan adalah gawai proteksi non lebur seperti MCB, maka harus memenuhi persyaratan PUIL berikut Gawai proteksi beban lebih yang bukan pengaman lebur, pemutus termis atau proteksi termis, harus memutuskan sejumlah penghantar fase yang tak dibumikan secara cukup serta menghentikan arus ke motor. PUIL 2000 Jika gawai proteksi yang kita gunakan adalah non lebur dalam hal ini adalah menggunakan MCB 3 phasa, maka untuk mengetahui seting MCB yang digunakan harus mengetahui terlebig dahulu 2 hal dibawah iniberikut ini - Ketahui terlebih dahulu jenis motor yang akan di instalasi berkaitan dengan pemasangan MCB tersebut - Baca name plate motor khususnya yang berkaitan dengan arus kerja motor yaitu I nominal Ke dua informasi ini pun berlaku dalam penentuan gawai proteksi lebur. Setelah mengetahui info tersebut maka kita bisa merujuk pada standar PUIL 2000 dalam penentuan seting arus MCB tersebut. perhatikan tabel dibawah ini Nilai pengenal atau setelan tertinggi gawaiproteksi sirkit motor terhadap hubung pendek via PUIL 2000 Dari tabel diatas bisa kita ketahui faktor kali terhadap I nominal motor untuk penentuan spesifikasi nilai arus pada MCB yang harus dipasang yaitu sebesar 250% x I nominal motor, jika motor yang diinstalasi adalah motor sangkar atau serempak dengan pengasutan atau tanpa pengasutan DOL starter , kecuali untuk jenis pengasutan motor auto transformator, motor jenis ini faktor kali seting arus MCB nya adalah 200% x I nominal motor. Dan jika jenis motor yang digunakan adalah motor rotor lilit atau arus searah dengan pengasutan atau tanpa pengasutan, maka spesifikasi nilai arus pada MCB yang harus dipasang yaitu sebesar 150% x I nominal motor. Jika gawai proteksi yang digunakan adalah pengaman lebur seperti sikring, maka besarnya kapasitas amper pada pengaman tersebut harus 400% kali arus I nominal motor, ini berlaku untuk semua jenis motor dengan atau tanpa pengasutan. 2. Nilai KHA Penghantar Besarnya nilai KHA Kuat Hantar Arus dari penghantar / kabel yang akan dipasang pada instalasi motor sangatlah penting untuk diketahui agar luas penampang kabel yang dibutuhkan serta keamanan instalasi bisa terpenuhi. Penentuan nilai KHA mengacu pada pernyataan PUIL 2000 berikut ini Penghantar sirkit akhir yang menyuplai motor tunggal tidak boleh mempunyai KHAkurang dari 125 % arus pengenal beban penuh. Di samping itu, untuk jarak jauh perludigunakan penghantar yang cukup ukurannya hingga tidak terjadi susut tegangan yangberlebihan. Penghantar sirkit akhir untuk motor dengan berbagai daur kerja dapatmenyimpang dari ketentuan di atas asalkan jenis dan penampang penghantar sertapemasangannya disesuaikan dengan daur kerja tersebut. PUIL 2000 Jadi untuk menentukan KHA minimal pada instalasi motor ini adalah 125% atau 1,25 dikalikan I nominal motor. Rumus ini berlaku untuk semua jenis motor dengan pengasutan ataupun tanpa pengasutan. Jika nilai KHA sudah ditemukan silahkan mencocokannya dengan jenis dan luas penampang kabel yang sudah ada spesifikasinya tersendiri dan diatur pila dalam PUIL 2000 ini. 3. Spesifikasi Kontaktor Spesifikasi ini meliputi tipe kontaktor yang digunakan, tegangan coil kontaktor dan kapasitas kemampuan arus minimal yang harus dimiliki kontaktor disesuaikan dengan motor yang diinstalasi. Untuk tipe kontaktor yang dibutuhkan, perhatikan tabel dibawah ini Tabel ukuran dan tipe kontaktor via Dari tabel diatas jika jenis motor yang kita instalasi adalah tipe motor rotor lilit atau slipring motor maka tipe kontaktor yang digunakan adalah AC 2. Atau jika jenis motor yang digunakan adalah motor sangkar maka tipe kontaktor yang digunakan adalah AC 3. Untuk tegangan coil kontaktor harus disesuaikan dengan tegangan rangkaian kontrol dari instalasi motor tersebut. Untuk arus kontaktor bisa disamakan nilainya dengan seting arus pada gawai proteksi dari pemutus sirkit motor yang cara penentuannya sudah dijelaskan pada poin 1 diatas. 4. Seting Thermal Over Load TOL Pemasangan Thermal Over Load TOL pada instalasi motor dimaksudkan sebagai proteksi motor dari beban lebih yang tidak diijinkan pada motor yang jika beban lebih tersebut terjadi akan mengakibatkan motor rusak atau terbakar karena material motor menanggung beban diluar spesifikasinya. TOL ini adalah proteksi yang terpasang paling dekat dengan motor, biasanya digabung dengan kontaktor dari motor tersebut. Adapun prinsip kerja dari TOL ini adalah berdasarkan thermal atau suhu panas yang dirasakan karena arus motor sudah melebihi nilai kemampuan motor. Lalu apa bedanya dengan gawai proteksi MCB yang dipasang sebelumnya? Secara fungsi sebenarnya mempunyai kesamaan yaitu mengamankan arus lebih ke motor. Tetapi secara kecepatan respon dan daerah pengamanan jelas beda. TOL lebih cenderung hanya mengamankan motor saja dari kelebihan arus, sedangkan MCB mengamankan seluruh instalasi menuju motor dari kelebihan arus. Definisi TOL menurut PUIL 2000 adalah sebagai berikut Proteksi beban lebih arus lebih dimaksudkan untuk melindungi motor, danperlengkapan kendali motor, terhadap pemanasan berlebihan sebagai akibat beban lebihatau sebagai akibat motor tak dapat lebih atau arus lebih pada waktu motor beroperasi, bila bertahan cukup lama, akanmengakibatkan kerusakan atau pemanasan yang berbahaya pada motor tersebut. PUIL 2000 Adapun seting arus dari TOL ini sama dengan penentuan seting arus pada gawai proteksi MCB yang sudah dijelaskan diatas, yaitu 150% atau 1,5 s/d 250% atau 2,5 dikalikan I nominal motor sesuai dengan jenis motor yang diinstalasi. Demikianlah artikel tentang Cara Menentukan Spesifikasi Komponen Instalasi Motor Listrik 3 fasa DOL starter. Sebenarnya artikel ini juga bisa berlaku untuk motor dengan pengasutan selama mengikuti literatur tabel dari PUIL yang sudah disertakan dalam artikel diatas. Untuk penentuan spesifikasi instalasi beberapa motor dalam satu sistem instalasi yang lebih luas mudah-mudahan bisa saya bahas diartikel berikutnya. Silahkan dibaca PUIL 2000 secara keseluruhan mengenai bab motor listrik ini agar lebih paham dan bisa menjadi faktor koreksi untuk artikel ini. Saran, masukan ataupun koreksi silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar. - PUIL 2000 -
Mesin Usaha Mengalami Masalah KelistrikanCara Analisa Kerusakan Mesin Industri Dengan Membaca Electrical Drawing Saat Anda membaca artikel ini, mungkin mesin yang anda tangani sedang ada masalah pada sistem kelistrikannya. Dan menemukan kendala melihat Manual Book / Electrical Drawing yang isinya ratusan hingga ribuan halaman. Artikel ini sangat cocok untuk anda yang sedang belajar membaca gambar teknik listrik, khususnya gambar kelistrikan mesin produksi. Akan dijelaskan bagaimana mengurutkan gambar, mencari masalah kerusakan kelistrikan mesin produksi. Agar lebih memahami cara membaca gambar teknik listrik mesin industri ini, silahkan baca artikel. - Simbol-Simbol kelistrikan Mesin Industri Isinya tentang ratusan simbol listrik yang sering di temui pada Electrical Drawing. - Rangkaian Dasar Listrik. Isinya tentang dasar dari rangkaian kontrol, seperti rangkaian ON / Off, Self Holding dan interlock. Pengenalan Gambar Teknik Listrik Industri Cara membaca gambar teknik listrik mesin industri Gambar diatas merupakan contoh gambar kelistrikan atau Electrical Drawing pada unit mesin buatan Eropa. Klik gambar untuk memperbesar atau silahkan Download agar lebih jelas. Maker Mesin atau pembuat mesin industri tersebut, Keterangan atau deskripsi halaman gambar listrik, gambar diatas menunjukkan halaman wiring diagram motor penggiling kopi. Merupakan Project dalam pembuatan mesin, Contoh diatas judul Project "Kopi Nikmat yang dibuat bulan Maret 2020" Nomer halaman dari Electrical drawing, nomer ini menjadi penentu yang harus di perhatikan dalam gambar teknik listrik mesin industri, Address panel, penamaan unit kabinet atau panel dari mesin tersebut. Motor Address, Simbol motor beserta kapasitas serta penamaan alamat motor, Terminal Address, alamat terminal atau connector kabel, Wire address, merupakan alamat atau penomoran pada kabel, Contactor Address, merupakan simbol kontaktor beserta kapasitas dan alamat kontaktor, Coil contactor, MCB Address, alamat dari MCB beserta kapasitas MCB, Previous page, merupakan alamat menuju halaman sebelumnya, pada contoh gambar diatas adalah untuk mengurutkan asal dari Power 3 phase MCB. Next Page, merupakan gambar menuju halaman berikutnya, untuk mengetahui Power 3 phase ini digunakan buat unit apa saja. Gambar diatas hanya merupakan contoh, karena dari Maker Mesin atau Electrical Drafter membuat gambar berbeda beda, akan tetapi tujuannya tetap sama, yaitu mempermudah saat instalasi dan saat analisa masalah. Cara Analisa Masalah Kelistrikan Mesin Industri Simulasi Layout Panel dan Address Motor Contoh masalah pada mesin usaha atau mesin produksi ini Kita sebut saja Mesin kopi dengan kapasitas yang besar dan unit yang banyak hingga halaman Electrical Drawing nya sampai ribuan, Mesin ini sedang ada masalah pada motor penggilingnya tidak bisa berputar. Saat di check terdapat alamat 3070-M1 pada body motor atau pada address kabel. Berdasarkan alamat motor inilah yang menjadi acuan halaman pada buku Electrical Drawing, yaitu halaman 3070. Pada halaman tersebut terdapat Simbol Motor 3 phase dengan Address 3070-M1, beserta rangkaian utama Motor Dirrect On Line Starter. Yang biasa dilakukan oleh Teknisi Listrik dalam penanganan masalah kelistrikan mesin usaha ini adalah; lihat gambar "Cara membaca gambar teknik listrik mesin industri" Pengechekan power unit motor 3070-M1, dilakukan pengukuran dengan Multitester pada terminal U-V-W motor, atau pada terminal 3070-W1. Setelah dicheck Power untuk motor tersebut tidak ada, dilanjutkan pengechekan pada unit Kontaktor 3141-K1, Pada gambar kelistrikan tersebut terdapat Kode panel yaitu =P02 yang merupakan posisi unit kontrol Motor tersebut. Pada Layout gambar juga terdapat posisi posisi Kontrol, kontaktor, PLC, Fuse, inverter dll, disertakan dengan alamat alamat untuk mempermudah dalam Instalasi dan Perbaikan. Setelah panel =P02 dibuka, ditemukan Kontaktor 3141-K1 dalam keadaan tidak kontak. Yang harus Kita lakukan yaitu membuka halaman Page 3141 pada electrical drawing. Analisa masalah plc output module tidak ada Setelah dicheck pada gambar 3141, kontaktor K-1 tidak kontak karena dari Output PLC tidak ada. Kemudian dilakukan pengechekan pada unti PLC, pada gambar diatas merupakan output dari PLC Siemens S7-400, Kita skip pada unit PLC ini, karena Topik ini cara Analisa kerusakan mesin Produksi, bukan cara pengechekan PLC, Next, kita check pada digital Input PLC, yang menyebabkan kontaktor motor penggiling kopi tersebut tidak kontak, Kita check pada halaman dengan Deskripsi Digital Input plc yang berhubungan dengan coil kontaktor 3141-K1 sebagai penggerak motor 3070-M1. Interlock motor dengan limitswitch Setelah diurutkan gambar kelistrikan ditemukan pada halaman 3112 dengan deskripsi PLC Input Module. Kontak input PLC yang menyebabkan motor penggiling kopi tersebut terdapat interlock dengan kontak 3070-S1. Jika diurutkan pada gamb ar 3070-S1 merupakan alamat untuk Limit witch cover / safety unit dari motor penggiling kopi tersebut. Tindakan terakhir yang dilakukan, yaitu mengechek masalah limit tersebut, apakah Target limit tidak keda, atau dari kontak limit tersebut bermasalah. Kemudian diperbaiki, dan mesin penggiling kopi tersebut dapat berproduksi kembali. Kesimpulan Analisa Kerusakan Mesin Dengan Membaca Wiring Diagram Pada gambar dan keterangan diatas merupakan contoh dan cara menganalisa masalah kerusakan mesin industri melalui pemahaman membaca gambar listrik mesin, memahami simbol simbol kelistrikan serta Mahir dalam mengunakan alat ukur kelistrikan. Untuk setiap masalah dan setiap gambar kelistrikan pasti terdapat perbedaan dan tingkat kesulitannya, disini menuntut Kita untuk lebih teliti dan lebih menguasai kelistrikan mesin tersebut. Masalah kerusakan pada mesin tersebut dapat saja terjadi pada Mesin Percetakan, Mesin Packaging, Mesin Tekstil, baik mesin Industri besar atau kecil, Mesin usaha rumahan dan lain-lain. Jika setelah membaca artikel ini Anda masih menemukan jalan buntu dalam perbaikan mesin Usaha / mesin Produksi, Saya persilahkan email atau whatsapp pada nomor kontak dibawah, Silahkan Hubungi Kami Teknisi Listrik Mesin Usaha. JAPA SOLUSI TEKNIK.
Wiring diagram adalah suatu skema yang menjelaskan tentang hubungan antara satu komponen dengan komponen lainnya secara detail. Jadi diagram ini akan menghubungkan semua komponen pada rangkaian instalasi listrik tertentu. Wiring diagram ini digunakan untuk merencanakan suatu instalasi tertentu misalkan wiring diagram untuk instalasi listrik rumah, wiring diagram untuk instalasi motor di Industri, wiring diagram untuk panel listrik dan lain Wiring Diagram1. Menghilangkan kesalahan pada pemasangan suatu instalasiSebelum melakukan instalasi listrik rumah, teknisi harus menggambar wiring diagram terlebih dahulu agar penempatan dan penyambungan semua komponen seperti lampu, saklar dan stop kontak tidak mengalami Menunjang perencanaan komponen yang digunakanKetika kita menggambar suatu wiring diagram, maka kita secara tidak langsung juga mendata semua komponen yang digunakan pada instalasi Mempermudah memperbaiki suatu instalasiApabila terdapat wiring diagram pada suatu instalasi, maka penempatan semua komponen juga sudah diketahui, oleh karena itu hal tersebut sangat membantu dalam hal perbaikan atau maintance suatu instalasi Wiring DiagramAgar kita lebih mudah memahaminya berikut adalah beberapa contoh Wiring Diagram sebagai berikut Wiring Diagram Singgle LineDiagram Satu Garis ini menjelaskan tentang hubungan antar komponen dan sambungan kabel pada setiap komponen instalasi listrik rumah dan gedung. Terlihat pada gambar bahwa terdapat dua komponen yang dihubungkan yaitu Lampu dan Gambar Diatas Jadi terlihat pada gambar bahwa terdapat beberapa simbol yaitu akan dijelaskan oleh gambar dibawah ini !!!Wiring Diagram Rangkaian DOL Direct On Line Pada Motor Rangkaian DOL ini merupakan suatu rangkaian instalasi motor dan paling sederhana diantara rangkaian instalasi motor lainnya. Seperti terlihat pada gambar, rangkaian ini hanya terdapat tombol start dan stop. Ketika tombol start ditekan maka motor akan menyala dan ketika tombol stop diteka maka motor akan mati. Rangkaian ini hanya membutuhkan satu kontaktor, dua buah push button dan satu motor Diagram PHB Panel Hubung Bagi Instalasi RumahDiagram PHB ini merupakan suatu diagram yang menjelaskan tentang pembagian beban pada instalasi listrik rumah dan gedung. Seperti terlihat pada gambar bahwa diagram PHB ini membagi beban rumah menjadi dua kelompok. Pada diagram PHB ini juga menjelaskan tentang kapasitas MCB yang digunakan pada setiap jalur. Selain itu diagram ini juga menjelaskan ukuran dan daya hantar maksimal kabel yang Diagram Instalasi Listrik RumahSinggle line diagram merupakan suatu diagram yang digunakan untuk menjelaskan suatu instalasi penerangan yang terdiri dari lampu, saklar dan stop kontak. Disebut singgle line diagram karena diagram ini hanya terdiri dari satu terlihat pada gambar diagram singgle line instalasi rumah ini menjelaskan secara detail instalasi rumah seperti Ukuran rumah, pada gambar yaitu 18 x 8 meterUkuran setiap ruangan pada rumah tersebutJumlah ruanganSemua komponen yang digunakan, yaitu ada 10 lampu, 7 saklar dan 2 stop kontakPengkabelan semua komponen pada rumahDan lain lain
cara membaca gambar instalasi motor listrik