Allah is the Light of the heavens and the earth. A likeness of His Light is as a niche (a source that gives off light) in which is a lamp, the lamp is in a glass, the glass is as it were a brightly shining star, lit from an oil of a blessed tree that is neither in the east nor in the west. The oil whereof gives light on its own, even if no fire
Peran Cahaya Allah dalam Penafsiran Surah An-Nur Ayat 35. Allah swt menggambarkan diri-Nya secara langsung, salah satunya melalui Surah an-Nur ayat 35, selain itu juga pada Surah al-Ikhlas [112]: 1-4. Allah menggambarkan diri-Nya, dengan " nur " (cahaya), demikian kata Ibn 'Arabi. Dia menyifati diri-Nya dengan istilah ruh al-'alam
Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya. (An-Nur: 35) Yakni laki-laki yang saleh. (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur sesuatu dan tidak pula di sebelah barat (nya).
Baca Juga: Tafsir Surah An-Nur Ayat 35 (2) Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin as-Suyuthi, yang dikenal dengan Imam Jalalain, menafsirkan beberapa kata penting dalam ayat tersebut. Pertama , dijelaskan bahwa kata "nur" itu adalah perwujudan dari matahari dan bulan sebagai penerang bagi langit dan bumi; pada siang dan malam hari.
Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah. Dinamakan Ibrahim, karena surat ini mengandung doa Nabi Ibrahim as yaitu ayat 35 sampai dengan 41. Do'a ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan sholat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekkah dan daerah sekitarnya menjadi daerah
IZZgq.
khasiat surah an nur ayat 35